Pages

About

Pengertian TCP/IP & Fungsi masing-masing layer

TCP/IP (Transmission Control Protokol / Internet Protokol ) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.

Untuk lebih jelas tentang apa itu TCP/IP dan fungsi masing-masing layernya silahkan unduh disini : 
Pengertian TCP/IP

Fungsi Protokol

Protokol adalah suatu standar aturan untuk sebuah hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protocol digunakan untuk menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada internet.

Untuk Mengetahui fungsi masing-masing pada beberapa protokol dapat mengunduh materinya disini :
Fungsi Protokol.pdf

Protokol Jaringan Komputer

Protokol jaringan komputer adalah sesuatu aturan di dalam komunikasi data jaringan komputer agar semua yang berada atau yang menyangkut dalam jaringan tersebut dapat terhubung.

Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk menspesifikasi bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat keras maupun perangkat lunak.

Saya beri contoh protokol dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya kedua insan manusia yang sebelumnya tidak mengenali satu sama lain hingga akhirnya mereka menikah. hal itu pun memerlukan protokol.

Pertama, mereka harus mengerti kalau mereka ada. Kedua berkenalan satu sama lain. Ketiga mereka berkomunikasi lebih dekat dan langkah-langkah selanjutnya dalam protokol sehingga mereka bisa menjalin komunikasi.

Untuk Macam-macam protokol sendiri ada beberapa diantaranya :

1.TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer

2.UDP (User Datagram Protocol)

adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.

3.Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.

4.POP3 (Post Office Protocol)

POP3 adalah kepanjangan dari Post Office Protocol version 3, yakni protokol yang digunakan untuk mengambil email dari email server. Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem email yang mengharuskan adanya email server yang menampung email untuk sementara sampai email tersebut diambil oleh penerima yang berhak. Kehadiran email server ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer penerima email yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet.

5.Hypertext Transfer Protocol (HTTP) 

Sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan, yang disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim Berners-Lee. Hingga kini, ada dua versi mayor dari protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi. Dengan demikian, HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak perlu membuang waktu untuk pembuatan koneksi berulang-ulang.


Mengkoneksikan Mikrotik dengan WinXP (Virtualbox)

Selamat pagi pemirsa blogger ..

Pada postingan aku kali ini, aku akan memberikan tutorial mengkoneksikan MikrotikOS (virtualbox) dengan Windows XP (OS asli) lagi lagi masih dalam lingkup virtual box hehe, karena itu termasuk dalam mata kuliah saya jadi saya mesti menyinggung sedikit.

Pertama anda instal dulu MikrotikOS dengan virtual box anda




Setelah berhasil terinstall masuk mikrotik dengan user:admin dan password dikosongi aja.

setelah itu kita buat ip pada salah satu ether terlebih dahulu. ketikkan perintah berikut pada command line :


ip address add address 192.168.0.3 netmask 255.255.255.0 interface ether1

perintah tersebut akan menghasilkan IP 192.168.0.3/24 pada interface ether1 , lalu tekan ENTER.






Pastikan ip anda telah berhasil terbuat dengan mengetikkan perintah

ip address print 




Setelah berhasil terbuat maka kita coba untuk PING ke WindowsXP . Sebelumnya saya sudah mengeset IP untuk windowsXP nya dengan ip 192.168.0.4 ketikkan perintah :

ping 192.168.0.4 (ip windows xp)





Setelah berhasil PING ke WIndowsXP maka lakukan sebaliknya dari WindowsXP ke MikrotikOS.


Nahh, jika pada Windows xp maupun mikrotik os berhasil ping ke tujuan berarti anda berhasil mengkoneksikan. Selamat mencoba !






Paket Instalasi Mikrotik 5.2


Dipostingan saya kali ini akan menjelaskan paket paket instalasi daripada OS Mikrotik 5.20 . Kapan kita dapat memilah paket paket yang akan di install ? kita dapat memilah paket yang akan kita kehendaki saat pertama kali proses instalasi yang berisi sekitar 20 paket .



1.System
Paket utama dalam instalasi mikrotik yang mutlak harus terinstal.

2.PPP (Point to Point Protocol)
Paket PPP (Point to Point Protocol) mempakan paket yang memuat protocol PPP. Paket PPP ini diperlukan untuk fitur komunikasi serial dengan menggunakan PPP, ISDN PPP, L2TP dan PPTP serta komunikasi PPP on Ethernet (PPPoE). Paket PPP digunakan untuk komunikasi Wide Area Network dengan menggunakan kompunikasi serial mode asyncronous maupun mode syncronous.

3.DHCP

Paket Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan paket yang memuat fitur DCPC baik yang diperlukan untuk menjadi client maupun server. Dengan menggunakan fitur DHCP client interface ethernet dapat diberi. alamat IP, netmask dan default gateway secara dynamic. Pada saat DHCP client mendapatkan semua informasi tersebut maka secara otomatis interface ethernet dhep client tersebut diset alamat IP dan netmask sesuai yang diberikan dhep server.

4.Advanced-Tools

Paket ini memuat fitur email client, ping, netwatch, traceroute, bandwidth tester, traffic monitoring, mrtg dan utility lain yang sering diperlukan untuk mengetahui kondisi router maupun jaringan. Fitur netwatch merupakan salah satu fitur yang memungkinkan Mikrotik menjadi lebih pintar dan dapat memilih konfigurasi berdasarkan script (urutan perintah) sesuai kondisi jaringan (netwatch). Paket advanced tools ini terdapat pada semua level lisensi.

5.CALEA

Communications Assistance for Law Enforcement Act. Fasilitas ini dibutuhkan di USA , fungsinya agar router dapat menangkap dan menelusuri semua kegiatan yang ada di suatu network.

6.GPS

 Penerima Global Positioning System (GPS) sebagai referensi waktu Network Time Protocol (NTP) dan lokasi.



7.Hotspot

Paket Hotspot digunakan untuk melakukan authentication, authorization dan accounting pengguna yang melakukan access jaringan melalui gerbang hotspot.

8.IPv6

Untuk mendukung/Integrasi dengan pengaturan menggunakan ipv6

9.ISDN

Mikrotik router dapat berfungsi sebagai ISDN client maupun server. Fungsi dialup dapat diatur secara permanen ataupun dialondemmand. IP address yang diberikan oleh ISP dapat digunakan sebagai default route dalam routing table.



10.KVM

Metode untuk menjalankan beberapa sistem operasi pada satu host RouterOS. KVM hanya dapat digunakan pada mesin x86 yang memiliki CPU dengan dukungan virtualisasi.

11.LCD

Paket LCD digunakan untuk menampilkan informasi kondisi system Mikrotik melalui layar LCD mini yang tersambung ke paralel ataupun USB.

12.MPLS

MPLS stands for MultiProtocol Label Switching. It kind of replaces IP routing - packet forwarding decision (outgoing interface and next hop router) is no longer based on fields in IP header (usually destination address) and routing table, but on labels that are attached to packet. This approach speeds up forwarding process because next hop lookup becomes very simple compared to routing lookup (finding longest matching prefix).

13.Multicast

 enables RouterOS to support multicast streaming over network area where routers have PIM set up. Several configured PIM routers together will make multicast cloud where client devices can use IGMP to manage subscriptions to streams.

14.NTP

Paket Network Time Protocol digunakan untuk menyelaraskan sistem waktu komputer dalam jaringan. Akan sangat baik apabila I paket ntp ini melakukan penselarasan waktu dengan menggunakanl ntp server standar dan menggunakan gps (perlu paket gps). Mikrotik NTP dapat digunakan sebagai server dan client. Pada model server dapat menggunakan unicast, broadcast, multicast danj manycast. Sedang pada mode client menggunakan unicast dengan l fungsi server referensi primary dan secondary NTP.


15.Routerboard

Paket Routerboard adalah paket yang digunakan untuk mendukung penggunaan Mikrotik pada papan rangkaian khusus. Papan rangkaian khusus tersebut pada dasarnya merupakan komputer minimum (tanpa hardisk controller, vga dan sound) dengan kartu jaringan, catu daya lebih sederhana (cukup +12VDC) dan performa sangat minimum.


16.Routing

Paket routing, akan Anda perlukan jika jaringan Anda menggunakan routing dynamic. Mikrotik dapat menggunakan RIP, OSPF, maupun BGP versi 4.

17.Paket Security

Paket security berisikan dukungan untuk keamanan komunikasi (dengan menggunakan sistem pengkodean encryption). Paket ini diperlukan oleh Mikrotik untuk menjalankan IP Security (IPSec)J Secure Shell, dan untuk menjalankan WinBox® pada mode aman I(secure).

18.UPS

Fitur ini memungkinkan administrator jaringan untuk memonitor UPS dan mengatur router untuk "canggih" dalam menangani pemadaman listrik tanpa korupsi atau kerusakan pada router.

19.User Manager

User manager sistem manajemen yang dapat digunakan untuk:

HotSpot users;

PPP (PPtP/PPPoE) users;

DHCP users;

Wireless users;

RouterOS users.

20.Wireless

Paket ini berisi driver yang dibutuhkan untuk menjalankan kartu jaringan nirkabel (Wireless)

Powered by Blogger.